Mengidentifikasi Retracement atau Reversal di Pasar Forex

Bayangkan kondisi trading seperti ini. Anda melihat harga mulai naik dengan cepat. Anda melihat ada kemungkinan adanya uptrend di sini dan ambil posisi buy. Namun, di titik tertentu harga perlahan-lahan turun, seperti kembali ke harga semula. Anda mulai khawatir merugi dan bersiap-siap close trade. Pada akhirnya harga naik kembali dan membuat Anda bernapas sedikit lega.

Menurut MRG Trade, kondisi trading seperti ini bisa diibaratkan sebagai roller coaster. Kesabaran Anda akan terus diuji dari waktu ke waktu seiring dengan naik turunnya harga. Di saat harga naik, rasa tamak akan menguasai untuk terus menahan posisi dan mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Sementara di saat harga turun, Anda akan dirundung rasa khawatir kalau-kalau harga berbalik arah dan membuat Anda rugi.

Untuk menghindari rasa khawatir tersebut, Anda harus mengetahui apa bedanya retracement (koreksi) dan reversal (berbalik arah). Di artikel kali ini, kita akan membahas bagaimana caranya mengenali apakah harga hanya mengalami koreksi atau justru trend berbalik arah (reversal). Sebelumnya, mari kita bahas dulu apa pengertian dari retracement dan reversal.


Pengertian retracement dan reversal

Untuk lebih memudahkan untuk memahami apa itu retracement dan reversal, terlebih dahulu lihatlah contoh gambar di atas. Dari contoh gambar, kita bisa melihat pada awalnya terjadi downtrend di pair AUD/USD H1. Retracement adalah pergerakan harga skala kecil yang arahnya berlawanan dengan trend yang sedang terjadi.

Reversal adalah kondisi di mana trend yang berjalan sudah kehabisan tenaga dan kemudian arah trend tersebut berbalik arah, seperti misalnya uptrend berubah menjadi downtrend, atau downtrend berubah menjadi uptrend. Terlihat dari contoh gambar di atas, setelah menyentuh harga paling rendahnya, trend berbalik arah. Jika menganggap pergantian ini sebagai retracement, sudah pasti Anda akan rugi banyak.

Lalu, apa yang bisa dilakukan melihat keadaan ini? Ada tiga opsi yang bisa dipertimbangkan:

  1. Jika sudah buka posisi dan melihat adanya kemungkinan retracement atau reversal, Anda bisa menahan posisi, siapa tahu cuma retracement dan trend akan berlanjut. Tapi kalau reversal terjadi, buru-buru tutup posisi.
  2. Saat harga mulai berbalik, Anda bisa menutup posisi sementara sambil melihat-lihat keadaan, apakah retracement atau justru reversal yang terjadi. Kekurangan dari cara ini adalah Anda mungkin akan ketinggalan kereta saat harga tiba-tiba bergerak dengan tajam.
  3. Pensiun trading, jika Anda terus menahan posisi saat terjadi reversal atau pensiun trading karena mendapatkan ribuan pip karena Anda close trading di akhir trend.

Cara paling bijaksana menghadapi kemungkinan retracement/reversal adalah dengan menggunakan trailing stop loss. Jika harga hanya mengalami retracement, maka posisi Anda tidak akan tertutup. Namun, jika reversal yang terjadi, keuntungan yang sudah didapatkan tidak akan hilang begitu saja.


Mengidentifikasi reversal

Jika Anda bisa membedakan antara reversal dengan retracement, maka sudah pasti setiap trading yang dilakukan akan lebih menguntungkan. Retracement dan reversal memiliki perbedaan mendasar. Berikut ini rangkuman MRG Trade:

Retracement Reversal
Biasanya terjadi setelah adanya pergerakan harga besar-besaran Bisa terjadi kapan saja
Durasinya sebentar Setelah reversal terjadi, akan ada pergerakan harga yang cukup panjang
Faktor fundamental tidak berubah karena adanya retracement Reversal biasanya terjadi karena adanya perubahan faktor fundamental
Di kondisi pasar uptrend, jumlah pembeli masih banyak dan mengakibatkan harga akan terus naik. Sedangkan di downtrend, jumlah penjual masih banyak dan membuat harga terus turun Di kondisi pasar uptrend, jumlah pembeli mulai sedikit dan mengakibatkan harga mulai turun. Sebaliknya di kondisi downtrend, jumlah penjual yang mulai sedikit dan membuat harga perlahan-lahan naik

Lalu perangkat analisis teknikal apa saja yang bisa kita gunakan untuk mendeteksi retracement atau reversal? Ada tiga perangkat yang bisa kita manfaatkan, yakni Fibonacci, pivot points, dan trendline. Berikut caranya:

Mengidentifikasi retracement menggunakan Fibonacci

Fibonacci adalah salah satu perangkat yang cukup efektif untuk mengidentifikasi retracement. Jika melihat harga sedang mengalami uptrend atau downtrend, tetapi Anda ragu untuk buka posisi karena harga mulai bergerak ke arah yang berlawanan. Anda bisa menggunakan fibonacci untuk mencari tahu apakah retracement atau justru reversal yang terjadi.

Pada umumnya, retracement hanya terjadi di sekitar area fibonacci 38.2%, 50%, atau 61.8%, sebelum harga kembali melanjutkan trend yang sedang berlangsung. Mari kita lihat contoh di bawah:

Tariklah garis fibonacci untuk menghubungkan swing low dan swing high. Lalu perhatikan level-level fibonacci 38.2%, 50.% dan 61.8%. Terlihat pada gambar di atas harga tidak bisa menembus level fibonacci 61.8% lalu kembali melanjutkan uptrend. Mudah, bukan?

Mengidentifikasi retracement menggunakan pivot points

Cara lainnya untuk mengidentifikasi retracement adalah dengan menggunakan pivot points. Di saat pasar sedang uptrend, maka level-level yang perlu diawasi adalah support level seperti S1, S2, dan S3. Sedangkan di kondisi pasar downtrend, maka yang diperhatikan adalah resistance level, misalnya R1, R2, dan R3.

Jika yang terjadi adalah sebuah retracement, harga tidak akan mampu menembus level support atau resistance yang terakhir, yakni S3 atau R3. Namun jika Anda melihat bahwa harga menembus salah satu di antara kedua level tersebut, maka bukan retracement lagi yang sedang terjadi, melainkan reversal.

Baca lebih lanjut mengenai pivot points di artikel MRG Trade yang membahas mengenai analisis teknikal ini.

Mengidentifikasi retracement menggunakan trend lines

Cara terakhir mendeteksi apakah pergerakan harga yang sedang terjadi adalah sekedar retracement atau reversal adalah dengan menggunakan trendline. Tariklah garis yang menghubungi lower high (uptrend) atau higher low (downtrend) dan pantau terus apakah harga akan bergerak di bawah trend line tersebut.

Jika Anda melihat bahwa garis trend line “dilanggar” oleh pergerakan harga, maka bisa jadi sebuah reversal sedang terbentuk. Untuk mendapatkan sinyal yang lebih pasti, Anda bisa menggunakan analisis candlestick yang dipadukan dengan trend line ini untuk mendapatkan sinyal trading yang lebih kuat lagi.

Itu dia beberapa cara yang bisa digunakan untuk mendeteksi retracement dan reversal. Menggunakan metode-metode ini, Anda bisa mengira-ngira apakah pergerakan harga sedang membentuk sebuah retracement atau reversal. Berikutnya kita akan mengkaji mengenai breakout dan fakeout. Klik tombol di bawah ini untuk lanjut ke artikel tersebut:

Trading Menguntungkan dengan Breakout & Fakeout

MRG Trade

Recent Posts

Forex Signal 1 Juni 2020

NZDJPY Buy Stop 67.311 Stop Loss 66.728 Take Profit 68.176 CADJPY Buy Limit 77.041 ...…

2 days ago

Forex Signal 27 Mei 2020

EURUSD Buy Limit 1.09476 Stop Loss 1.08935 Take Profit 1.10412 AUDUSD Buy Limit 0.66022 ...…

7 days ago

Forex Signal 22 Mei 2020

NZDJPY Sell Stop 65.535 Stop Loss 66.191 Take Profit 63.997 AUDUSD Sell Stop 0.65119 ...…

2 weeks ago

Forex Signal 21 Mei 2020

GBPJPY Sell Stop 131.306 Stop Loss 131.907 Take Profit 130.706 GBPUSD Sell Stop 1.21494 ...…

2 weeks ago

Jam Operasional Perayaan Idul Fitri 1441 H

Sehubungan Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H, maka MRG Trade akan beroperasi sesuai waktu…

2 weeks ago

Forex Signal 19 Mei 2020

USDJPY Buy Stop 108.189 Stop Loss 107.500 Take Profit 109.229 The post Forex Signal 19…

2 weeks ago